Friday, July 8, 2022

                                                                 Cendol 


https://endeus.tv/resep/es-cendol


Aku sedang duduk dikursiku. Seorang gadis yang manis datang kehadapanku dan menyodorkan segelas minuman. Minuman iniadalah minuman favoritku sejak kecil. Duluwaktu sekolah SD, disekolahkuadaseorangwanita setengah tua, gemuk berjualandikantin sekolah.Diadalah satu satunya penjual makanan disekolahku. Jadilah dia sebagiafavorite kantin dan menjadiserbuananak-anak ketika istirahat. 

Namanya bu Mariam. SepertinyaMariam adalah nama anaknya.Jamun ialebihdikenalsebagai bu Mariam. Setiap hari ia berjualan  nasi kuning dan cendol. Ini adalah makanan terenak waktu itu.  Sepertinyabukanhanyawaktu itu saja bahkan hingga sekarang makananitu tetap enak asalkandi buat dengan standar yang bagus pula menurut ukuranku. Bagiku standar enaksebuah cendol adalah bilaiadi buat dengan bahan baku alami, sepertidaun pandan, tepung berasyang tidak lama, airkapursirih,santan yang kental dangula merah yang di masak hinggakental. Dan  bu Mariam telah memenuhi semua standar itu. Karena di jaman dulu semua serba alami, tebal, asli, tidak fake atau berbau fake. Bahkan untuk ukuran hati sekalipun. Semua serba apa adanya, tidak berpura-pura dan penuh kepalsuan. Maka produk yang dihasilkan adalah produk yang premium.Sangat standar. Cendol bu Mariam sangat enak. Warnanya hijau alami,  rasa daun pandannya melekat ditenggorokan. Santan dangula arenasli yang kental, diambil dari pohon sendiri,di buat dengan hati ikhlas, menjadikan segelas cendolyang luar biasa nikmat. Waktu itu tida es batu  karna listrik belum ada. Tapi tetap enak. Hingga saat ini bila aku minumcendol, aku selalu membandingkanrasa standar premium yang di buat oleh bu Mariam puluhan tahun silam. Bila kurang memenuhi rasa di lidahku maka aku  tak akan membelinya lagi. 

Aku tidak tau siapa nama gadis itu, namun aku masih ingat wajahnya. Aku mengajarnya beberapa waktu yang lalu. Sejenak setelah ia menyodorkan minuman yang berisi campuran buliran panjang lonjong berwarna hijau, cairan santan putih dan gula merah kental itu, ia pergi. Ia hanya mengatakan bahwa ini adalah bagian dari jualanya dibazaar sekolah. Biasanyaanak-anakkami akan memuat bazaar makanan  pada saat ulang tahun sekolah. Setelah gadis itu pergi aku pun terbangun dari tidurku. 


Samarinda, 7 Juli 2022

Tantangan menulis Juli

Tuesday, June 7, 2022

Memaafkan


Kata memaafkan  berlawanan dengan maknanya dengan dendam, sakit hati dan menyimpan rasa kecewa didalam hati.

Hampir tidak ada orang di dunia ini yang hidup tanpa pernah sakit hati dan di kecewakan oleh orang lain selama ia hidup bersama dan berhubungan dengan oang lain. Bahkan kita mungkin juga sering atau pernah mengecewakan orang lain. Bila kita dikecewakan oleh orang dan kita berhenti berhubungan dengan orang itu maka urusan selesai. Cukup sekali kita di sakiti. Lalu bagaimana jadinya bila kita di kecewakan oleh orang itu sementara kita masih harus berhubungan dengan orang itu? Karena hubungan keluarga, pekerjaan, pertemanan di kantor yang kita memang tidak bisa menghindarinya. 

Bila seseorang menyakiti kita, memang rasanya tidak mudah mudah kita memaafkannya begitu saja. Kok enak banget sih, gue di sakiti dan dia enak-enakan di maafkan dan tidak punya dosa? Tidak, aku tak akan memaafkannya sampai kapanpun! Dia tak pantas di maafkan! Kata-kata tesebut sering hinggap di hati kita bukan? Atau mungkin pernah terlintas barang sekali dua.

Ketahuilah,sebenarnya menyimpan dendam dan kecewa itu bagaikan membawa karung yang penuh dengan paku yang nempel di badan kita dan di bawa kemana-mana. Rasanya berat banget bukan? Sudah karungnya penuh, yang di bawa pun tajam. Sangat rawan melukai kita.Setiap hari kita akan merasakan beban yang luar biasa berat. dan paku-paku itu juga siap menancap di tubuh kita dan melukai. Sungguh sangat menyakitkan. Tidak ada cara yang lebih baik dari memperlakukan karung tersebut. Buang saja dan berikan ke bapak tukang, mungkin bermanfaat baginya. 

Memaafkan adalah satu-satunya cara melepaskan beban tersebut. Dengan memaafkan kita sudah berdamai dengan diri sendiri. Kita sudah menjadi teman dan dokter bagi diri sendiri. Dengan berdamai dengan diri sendiri kita juga pada dasarnya telah berdamai dengan orang lain. Toh orang yang menyakiti kita belum tentu memikirkan kita dan kesalahannya pada kita. Jadi buat apa kita mikir terus tentang kesalahan orang lain, sementara kitanya juga tak pernah luput dari kesalahan. Bahkan mungkin kesalahan kita lebih banyak ketimbang kesalahan orang lain. Dan apa jadinya bila kesalahan kitapun tak di maafkan orang lain? Akan sseperti apa nasib kita di akhirat kelak bila kita mati masih membawa segudang dosa yang tak pernah termaafkan?

Memaafkan membuat kita hidup lebih bahagia, membuat kita lebih mudah bergaul dengan orang lain dan pastinya mungkin kita akan mudah di maafkan  oleh orang lain. Memaafkan membuat kita hidup lebih sehat dan panjang umur. Jadi tunggu apa lagi?



Thursday, June 2, 2022

 


                                                             Syukur



Alhamdulillah. Puji syukur ku kepada Allah, Tuhan pencipta semesta alam dan diri ini. Hari ini aku bangun dengan penuh semangat. 

Pukul 3.40 pagi seperti biasa, aku sudah tidak bisa tidur bila kondisi fit dan tidak kelelahan di hari sebelumnya. Rasanya kepingin pipis tapi masih ku tahan.  Terlentang tidak enak apalagi tengkurap. Aku masih ingin bermalas-malasan dulu sambil mengucap terimakasih  kepada Allah atas dikembalikannya nyawaku yang semalam di pinjam melanglang di alam mimpi. Kubuka sedikit jendela di sebelahku. Ritualku bila bangun tidur agar udara didalam yang penuh karbondioksida segera berubah jadi segar dengan udara luar. Entah mengapa aku suka berkeringat segera setelah bangun. Untuk menetralkannya aku mencari udara luar yang segar ketimbang menyalakan AC. Bila kedinginan aku tinggal menutupnya rapat.

Aku menyebut nikmat Allah hari ini penuh kesyukuran. Aku melihat suamiku masih berada di sebelahku dalam keadaan sehat, barang-barang di sekitarku aman. Suasana yang hening, sepi, bebas dari hiruk pikuk  suara gaduh dan bising. Keadaan yang aman, damai, tidak dalam suasana perang yang mencekam adalah nikmat Allah yang tiada tara. Aku menyebut satu persatu karunia yang kurasakan seharian kemarin. Aku juga  melatih senyum di awal hari agar mood seharian nanti juga penuh senyum.😊😄

Aku bisa tidur siang dengan nikmatnya, berbicara dalam sambungan telpon dengan mas Adit, Ibu Maria Sumakul,penulis buku coding yang tulisannya di tangani penerbit mayor dan Kabid Diknas pak Barlin perihal buku. Beberapa rencanaku berubah atas kehendak Allah. Aku yakin ini skenario Allah yang terbaik. Aku jalani dengan penuh sukacita dan bahagia.

Terimakasih ya Allah. Semoga Engkau melimpahkan rasa syukur dan  kebahagiaan dalam diriku senantiasa.


Samarinda, 2 Juni 2022





Friday, April 1, 2022

 


                                  Jumat Terakhir di bulan Sya'ban, Jumat Bersih


                   Sejak kemarin sore aku sudah memulai kegiatan bersih-bersih rumah, dapur , kamar mandi dan tempat2 yang nampaknya memang layak di bersihkan.  Dilanjutkan dengan bersih-bersih pakaian kotor di belakang pintu,alat sholat mukena dan sajadah. Dua benda terakhir tersebut adalah yang paling wajib di bersihkan dan menjadi agenda tahunanku setiap mengawali bulan Ramadhan.

                   Kenapa bersih-bersih? Semua orang pasti senang bila tinggal di tempat yang bersih, punya tempat dan barang-barang yang bersih meski dia sendiri bukan seorang pembersih. Dan Allah adalah zat maha bersih dan suka dengan kebersihan dan keindahan dan orang yang memelihara kebersihan. Mengapa? Karna syetan adalah salah satu makhluk Tuhan yang tidak suka kebersihan. Dia hidup jorok, makan makanan yang jorok dan hidup di tempat yang kotor pula seperti kamar mandi, tempat buang air dan tempat kotor lainnya. Sebagaimana di katakan dalam hadis berikut. " An sa’dibni abi waqqasin ’an abihi ’aninnabiyyi sallallahu ’alaihi wasallama innallaha tayyibun yuhibbuttayyiba nadifun yuhibbunnadifa karimun yuhibbulkarama jawadun yuhibbuljawada fanaddifu afnaitakum."

Artinya: "Dari Rasulullah SAW: Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Maha Mulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu." (HR. Tirmizi).  (https://www.suara.com/news/2021/10/11/104208/7-hadits-tentang-kebersihan-bagi-umat-muslim). 

Mengapa kamar mandi? Kamar mandi adalah tempat dimana banyak kuman dan bakteri berkumpul. Syetan dan jin sangat menyukianya dan berzinah disana. Dikamar itulah kita justru melepaskan semua pakaian luar kita dan berdiam beberapa lama untuk hajat kita. Bukankah itu sangat riskan? Kita membuka aurat kita dimana syetan dan jin berada. Tentu saja. Oleh sebab itu kita di perintahkan  untuk membaca doa sebelum masuk kamar mandi atau WC agar tidak di ganggu oleh jin selama berada di sana, namun begitu kita tak boleh berlama-lama juga di sana. Begitu hajat kita selesai kita harus segera keluar. Bahkan enurut salah satu ulama, sebaiknya kitatidak menanggalkan habis pakaian kita saat di dalam WC. Tentu ini agak sulit. Namun tidak menjadi keharsan. Selama bulan ramadhan kita mungkin akan sering masuk kamar mandi baik siang maupun malam untuk berwudhu. 

Lalu mengapa Sajadah dan mukena? Dua benda ini adalah yang paling sering di akrabi selama ramadhan karna frekwensi ibadah kita menjadi lebih banyak dengan adanya shalat tarawih. Kita akan betah berlama-lama sujud bila sajadahnya bersih dan harum. Mukena juga enak dipakai bila bersih dan wangi, apalagi tetangga sholat kita bisa kena dampak kalau mukena kita bau. Kasian kan?

Namun lebih dari itu, hal yang tidak kalah pentingnya adalah membersihkan hati. Bersihkan hati dari dendam, sakit hati, marah dan jengkel kepada seseorang atau  orang-orang yang pernah menyakiti kita. Bulan Ramadhan adalah bulan pembersihan jiwa bulan meraih banyak pahala dan bulan ampunan  Untuk mendapat ampunan Allah, maka ampunilah teman dan sahabat yang pernah menyakiti kita. Kosongkan gelas kita agar kita bisa menampung magfirah dan pahala terbaik kita  sebanyak-banyaknya di bulan Ramadhan. Tebarkan welas asih agar mendapatkan welas asih dan pengasihan dari Allah Swt. 

Selamat menyambut dan melaksanakan ibadah Ramadhan 1443 Hijriah.


Samarinda, 1 April 2022


Thursday, March 17, 2022

                                                         Belajar di RRI, Siapa Mau?

 

Pandemi Covid 19 belum reda meski usianya sudah dua tahun. Usia yang begitu lama bagi dunia pendidikan. Tidak ayal, pandemi covid telah merusak semua tatanan kehidupan kita semua. Kehidupan Sosial, ekonomi, religi dan pendidikan semua porak poranda di hantam badai covid. Meski ada lahan bisnis yang mengalami lonjakan sangat drastis dan mengantungi keuntungan yang sangat besar yaitu dunia digital dan alat komunikasi virtual seperti zoom,webex, dan kelas maya seperti Google classroom, schoology, moodle dan sejenisnya. Produk digital keluaran google jenis ini  meraup keuntungan yang begitu signifikan selama pandemi, dimana semua kegiatan formal tatap muka beralih kepertemuan maya secara virtual dengan zoom dan sejenisnya. Hampir semua sektor formal menggunakan jasa virtual ini baik perusahaan swasta,  lembaga pemerintah, dunia pendidikan baik swasta maupun negri  hampir semua beralih ke dunia maya ini. Rapat, belajar hingga workshop dan webinar semua di lakukan secara virtual. Untuk kebutuhan ini Telkom sudah barang tentu kecipratan rezekinya. Kebutuhan akan pulsa dan wifi meningkat tajam. Penjualan segala produk  yang di butuhkan masyarakat sukses dan laris manis.

Diantara semua keuntungan dan kegemilangan yang di raih perusahaan-perusahaan tersebut, adalah dunia pendidikan yang paling merugi diatas kerugian ekonomi yang mungkin masih bisa di tutupi meski kembang kempis namun tetap hidup. Namun siapa yang akan bisa membayar waktu yang hilang begitu saja dari anak-anak kita? Mereka adalah aset bangsa. Bentuk kerugiannya tak terlihat atau dapat dihitung seperti ekonomi dan sosial. Namun dapat dilihat dari hilang dan kurangnya kompetensi yang di capai oleh siswa. Berapa banyak kompetensii yang dapat di capai dan seberapa dalam kompetensi yang di kuasai oleh siswa. Bagaimana cara mengukur kompetensi tersebut sementara kesempatan mengungkapkan pendapat secara lisan maupun tulisan tidak dapat di lakukan secara maksimal melalui kelas virtual yang ada. Belum lagi motivasi siswa untuk belajar perlu di pompa secara baik dan berdisiplin. Kemauan belajar yang lemah semakin tak terkendali karna guru sulit mengontrol siswa secara langsung, kemampuan orangtua dalam mengawasi anak2 mereka di rumah juga lemah karna faktor kesibukan bekerja di kantor atau di luar rumah, pengawasan penggunaan handphone yang sangat leluasa bagi siswa, tingkat pendidikan dan kelemahan orang tua dalam mendisiplinkan anak2 mereka untuk mau belajar dan mengerjakan tugas. 

Untuk mendorong dan membantu siswa belajar  yang di lakukan oleh guru baik melalui daring dari rumah maupun sekolah dengan PTM terbatas, pemerintah dalam hal ini RRI sebagai badan penyiaran publik yang bekerjasama dengan Dinas pendidikan setempat meluncurkan program pembelajaran dari rumah melalui Pro2 FM sejak Maret 2021.  Program ini di luncurkan untuk membantu pemerintah memutuskan rantai penyebaran covid 19 dengan melakuan pembelajaran dari rumah. 

Direktur Utama LPP RRI M Rohanudin mengatakan bahwa RRI melaksanakan program belajar yaitu guru keliling dari rumah kerumah dan 'Belajar di Pro 2FM' di seluruh Indonesia dengan waktu antara pukul 10-11 Wib atau menyesuaikan dengan waktu belajar daerah setempat. Program Belajar di Pro 2 FM ini dilakukan secara interaktif  baik dari rumah maupun studio RRI dengan sambungan telefon dan virtual meeting. Menurut Rohanudin, siaran  Belajar di RRI ini telah di akses oleh tidak kurang dari 8000 pengakses yang memanfaatkan siaran ini. 

Bagaimana dengan program siaran Belajar di Pro 2 RRI Samarinda ? RRI Samarinda tentu tidak ingin kalah dengan daerah lain. Siaran belajar dari Pro 2 ini dilakuaknkan secara  virtual interaktive  melalui facebook. Sehingga  para pelajar dapat dengan mudah mengikutinya apalagi facebook adalah salah satu media sosial yang populer di kalangan masyarakat dan siswa. 

Namun pembelajaranyang disiarkan  oleh Pro2 RRI life  melalui facebook tersebut, tidak dibarengi dengan antusiasme siswa. masih sangat minim. Terlihat dari jumlah peserta yang mengikuti secara life yang berjumlah kurang dari 30 peserta dalam setiap siaraannya. Beberapa siaran  bahkan hanya diikuti oleh kurang dari 5  hingga10 peserta, bahkan tanpa peserta  pembelajar sama sekali. Padahal guru yang yang mengajar sudah meyediakan materi yang cukup menarik dengan menggunakan quis interaktif seperti quiziz. Bahkan karna tidak adanya peserta yang mengikuti secara life,  maka penyiar radio yang berlaku sebagai moderator lah yang  harus  berlaku sebagai siswa untuk mengikuti quis tersebut.  Sungguh sangat di sayangkan. 

Dari fenomena tersebut maka penulis mencoba mengumpulkan polling kebeberapa sekolah untuk melihat sejauh mana para siswa mengenal siaran belajar dari RRI ini.  Dari data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa media informasi terbanyak yang di gunakan adalah You tube sebanyak 69, 4%, Televisi 51 % dan media Radio 3.6 persen. Ketika di tanya apakah mereka berminat belajar melalui RRI yang mengadakan progam belajar, dari 111 responden hanya 45 persen menyatakan siap dan mau belajar, selebihnya sekitar 39 persen tidak bersedia dan sisanya masih ragu. Bila melihat dari pengenalan siswa terhadap media radio yang sangat rendah, maka sangat mungkin bahwa pembelajaran melalui radio kurang mendapat tempat di hati para siswa. Dari data yang di kumpulkan menunjukkan betapa partispasi siswa dalam mengikuti pembelajaran masih belum optimal. Agaknya pihak terkait seperti Dinas pendidikan dan pihak RRI sendiri harus melakukan upaya agar siaran radio mendapat tempat di hati para pelajar di bawah usia 18 tahun. Sosialisasi dan promo yang  menarik kepada siswa sangat perlu di lakukan sehingga acara yang di kemas cantik dalam siarannya tidak  terkesan mubazir. 

Pandemi yang awalnya membuat siswa  tak ingin berlama-lama tinggal dan belajar dari rumah membuat sebagian jadi terasa 'terbiasa' dirumah dan kurang struggle dengan kebiasaan baru untuk tetap belajar dimanapun dan dalam platform yang beragam. Menumbuhkan kemauan siswa untuk belajar tentu tidak cukup hanya dengan  himbauan saja namun perlu sentuhan dan upaya untuk tetap belajar. Siswa adalah aset bangsa. Learning loss yang di alami selama pandemi karena harus belajar sendiri dirumah, mengerjakan tugas dimana  tentu tugas yang dikerjakan pun belum tentu di kuasai dengan baik. Hal ini juga menyulitkan siswa untuk bisa stay tune dengan pembelajaran yang di sampaikan guru secara virtual.

Meski belajar di RRI bukanlah sebuah paksaan bagi siswa, program belajar-mengajar di RRI adalah program yang harusnya didukung dan di apresiasi. Bentuk dukungan yang paling besar adalah masyarakat, orang tua siswa dan partisipasi siswa sendiri.Meski RRI mungkin akan bersikap seperti matahari, ada atau tidak ada yang memakai ia akan tetap terbit dan bersinar setiap hari. Namun apakah kehadiran seorang guru yang sudah berupaya sedemikian rupa juga harus seperti matahari? Tidak ada yang lebih menyenangkan seorang guru yang sedang mengajar kecuali mendapatkan respon yang positip dari siswa dan siswa yang diajar paham akan apa yang di ajarkannya. 


Tuesday, March 1, 2022

 

                                                                     Alis Cantik



Malam tadi aku mengikuti webinar nya pak Munif Chatif, gurunya manusia dan gurunya guru.Mengapa demikian ? Karna pak Munif Chatif tidak hanya mengajarkan bagaimana cara mengajar tapi juga bagaimana cara menjadi guru yang benar. Sungguh ini sangat menohok kami karna ternyata selama ini kita  belum benar caranya menjadi guru. Aku sendiri merasa tertampar. Meski tidak juga semua yang kita lakukan semuanya salah, pasti ada benarnya juga, hanya perlu di luruskan dan di perbaiki tentunya.

Namun perhatian saya bukan cuma kepada pembicara yang luar biasa ini, tapi kepada moderator yang alisnya keren. Tidak biasanya moderator kita yang satu ini mengukir alis yang begitu cantik dan 'eye catching', menurutku. Bentuknya cukup tebal dan panjang namun proporsional.Serasi dngan wajahnya yang tidak  sempit sehingga menambah cantik penampilanya. Mengapa alis? Ya alis adalah salah satu hal utama dalam  riasan seorang  seorang wanita setelah lipstik untuk menunjang penampilan. Bahkan beberapa wanita  tidak butuh lipstik yang merah dan membawa kesan segar nan cantik. Dia lebih memilih mengukir alis dengan baik dan tegas dan sedikit membubuhkan lip gloss atau cat bibir berwarna natural atau sewarna dengan kulit. Dandanan seperti sudah mampu membuatnya tampil percaya diri.

Alis yang bagus mampu berbicara banyak hal tentang penampilan dan kepribadian seseorang. Jujur, aku selalu takjub melihat penampilan para wanita melalui bentuk alisnya dan memperhatikan gesture, cara berbicara dan bersikap dan karakter dari si empunya alis. Dalam pandanganku, orang yang memiliki alis yang tebal dan bentuk yang tegas menyiratkan bahwa ia memiliki pembawaan yang  berani, tegas dan tak takut kepada siapapun baik dalam mengutarakan ide-idenya maupun bersikap secara fisik. Mereka bahkan tak pernah gentar meski yang di utarakannya itu salah. Dia layak menjadi juru kampanye dan jago berdebat. Sebaliknya wanita yang memiliki atau membuat alis kurang tegas dan bahkan tidak memakai sama sekali mencirikan dia kurang percaya diri, tidak berani mengambil sikap dan cenderung pemalu. Namun seperti apa sejatinya makna alis itu bagi pemiliknya, berikut adalah penjelasannya.

Dalam filosofi cina alis memiliki beberapa makna  yang menggambarkan kepribadian pemiliknya. pernyataan berikut adalah menurut orami.co.id yang di lansir dari Byrdie menyebutkan bahwa bentuk alis memiliki makna sebagai berikut.

1. Alis melengkung

Bentuk alis melengkung menggambarkan orang tersebut memiliki kepribadian yang baik, ramah dan memikirkan orang lain dalam membuat keputusan.

2. Alis lurus

Alis dengn bentuk lurus menyiratkan kepribadian yang lurus pula. Ia sangat logis dan bijaksana.Ia akan membuat keputusan dengan sangat hati-hati dengan berbagai sudut pandang. Tidak mudah marah dan ter sulut dengan situasi apaun.

3. Alis menukik

Ciri khas alis ini tebal, meninggi secara perlahan dan melandai di dekat ujungnya. Orang dengan alis seperti ini biasanya reaktif, suka membuat keputusan dengan tergesa gesa sesuai mood yang di rasakansaat itu. Tidak memikirkan dampat burukdari keputusan yang diambil.

4. Alis ratu

Alis dengan bentuk meninggi,rapi sempurna menunjukkan orang yang memiliki selera sangat baik dan perfeksionis. Mereka tak ingin membuat keputusan yang salah dan terburu-buru. Semua keputusan yang di ambil direncanakan dengan matang bahkan ketika rencana awal tidak terlaksana ia dapat membuat keputusan dan rencana cadangan.

5. Alis panjang

Alis panjang mencirikan seseorang adalah orang yang ceria, terlihat bahagia dan memiliki banyak teman karna mudah bersosialisasi. Alis panjang menyiratkan ia tak keberatan dengan waktu ekstra untuk di habiskan dalam  bersosialisai dengan orang lain.

6. Alis pendek

Orang dengan alis pendek tidak suka menghabiskan waktu dan berurusan dengan orang lain yang tak bermanfaat apalagi yang penuh drama. Mereka sangat efisien dan mengutamakan hal-halyang sederhana namun membuat bahagia.

7.Alis tebal

Pemilik alis tebal sangat spesifik. Karakternya adalah setebal alisnya. Sangat percaya diri, berani membuat keputusan dan teguh pendirian, tidak mudah goyah oleh apapun. Pribadi seperti ini sering sangat menonjol di komunitasnya dan mampu mempengaruhi orang dengan sikap percaya diri yang mantab.

8. Alis tipis 

Alis yang tipis dan kurang tegas menunjukkan orang dengan kepercayaan diri rendah dan sama sekali tidak agresif dan kurang empati. Untuk menutupi kekurangannya ia bisa menutupi dengan membuatnya menjadi sedikit tebal.

9. Alis diagonal

Menurut pendapat, orang dengan alis diagonal memiliki emosi yang kurang stabil dan ekstrem. Emosi yang kurang stabil menjadi ciri dari pemilik alis ini. Semakin tajam sudutnya semakin ekstrem emosinya. 

10. Alis runcing

Bentuk alis  seperti ini adalah nyaris sempurna. Bentuk yang rapi, meninggi secara perlahan dan melandai indah. Bentuk ini menyiratkan bahwa pemilik alis ini ingin selalau terlihat baik dan sempurna dalam hal apapun baik penampilan dan barang-barang yang di kenakan hingga hasil pekerjaannya.

Terlepas dari semua ciri ciri alis di atas, alis secara umum memang mencirikan sifat dasar dan karakter seseorang. Semakin tebal dan bagus alis seseorang semakin besar jiwa dan kerendahan hatinya. Semakin bagus dan indah bentuknya maka akan berbanding lurus dengan kepribadiannya. dan demikian pula sebaliknya. 

Namun kita tak boleh berkecil hati karna semua dapat di pelajari dan di bentuk sesuai keinginan kita. Kita dapat membentuk alis sesuai selera kita, apakah meminta orang lain mengukirnya bila kita tak mampu membuatnya. Namun tentu saja harus di sesuaikan dengan wajah kita.

Bagaimana dengan karakter dan kepribadian? Apakah ia bisa di bentuk? Karakter adalah watak dan sifat dasar prilaku manusia  yang ada sejak lahir seperti keras kepala, lembut, santun, pemarah, periang dsb. Sifat sifat tersebut kemudian yang tercermin dalam personality kepribadian.seseorang yang terlihat secara keseluruhan dari penampilan seseorang. Lalu apakah kepribadian dapat di bentuk sebagaimana alis? Karakter manusia adalah watak dasar. Apa yang menjadi watak dasar manusia adalah ciri yang melekat erat padanya. Ketika suatu tabiat itu sangat kuat dan perlu direduksi karna  dinilai merugikan diri sendiri dan juga orang lain maka hal itu dapat dilakukan dengan melalui sebuah terapi dan pelatihan hingga mencapai pada level norma tertentu secara umumnya. Misalnya dari penampilan yang tidak percaya diri setelah melalui kursus dan pelatihan berubah menjadi percaya diri. Dari sifat egois dan kasar menjadi lebih fleksibel dan dapat mengerti orang lain serta lebih  peka. Usaha-usaha seperti ini bila di lakukan terus menerus akan membentuk kepribadian baru dalam diri seseorang. Dan segala usaha yang di lakukan untuk meningkatkan kualitas diri baik fisik maupun mental adalah dengan belajar. Belajar untuk menjadikan diri lebih baik, bukan untuk menipu diri sendiri dan menjadi orang lain tentu saja. 


Samarinda, 2 Maret 2022

Thursday, February 24, 2022

                                                                 Kami Berduka




Pagi ini aku sedang berada didalam kelas, menjalankan tugas harianku. Mendidik anak bangsa, calon pemimpin masa depan. Generasi penerus ketika kita sudah tak lagi mampu berkarya untuk mereka bahkan ketika kita tak lagi hadir di dunia ini. Untuk menjadi seorang pemimpin di masa depan haruslah dipersiapkan anak2 yang kita hadapi sekarang akan hidup pada zaman yang berbeda di masa yang akan datang. Mereka tentu tidak dapat mengadopsi semua ilmu dan pengetahuan yang kita miliki saat ini untuk hidupdan menghadapi zaman yang mereka hadapi kelak. Namun satu hal yang tidak dapat di tinggalkan dan tidak akan lekang di makan zaman. Bekal itu adalah  karakter dan akhlak mulia serta keimanan. Ketiga hal tersebut menjadi hal yang sangat di butuhkan dalam menghadapi  segala zaman di manapun berada. Sebagai penguat ketika lemah, sebagai pertahanan ketika menghadapi cobaan yang berat, dan sebagai jati diri ketika mengahdapi gerusan  demoralisasi idiologi dan kepribadian.

Namun apa yang kulihat pagi ini adalah sebagian siswa hampir kehilangan jati diri mereka sebagai seorang pelajar yang harusnya belajar dan mengerjakan tugas. Hatiku sedih sekali, mereka tidak lagi memperdulaikan tugas yang harus mereka kerjakan, kecuali beberapa. Mereka lebih peduli pada gadget yang mereka miliki. Padahal tugas itu hanya empat buah soal berupa gambar yang di narasikan menjadi empat kalimat pasif. Aku telah mengajarkannya sedemikian rupa dan 'friendly', namun mereka pun tak paham dan peduli. Padahal bilapun mereka membuat kesalahan maka kita akan bisa menarik benang merah darinya dan menemukan kalimat yang benar.

Ditengah kesedihanku, seorang teman tiba-tiba  mengirim pesan di whatshapp dan bernada mengeluh dan seperti menangis seolah curhat. Sontak aku meraihnya padahal aku tak biasa buka HP ketika mengajar kecuali mau ingin menyalakan data seluler supaya laptopku terhubung internet untuk mengajar. Namun karna aku sedang menuggu siswa bekerja maka aku melakukannya. Teman ku yang satu ini memang suka begitu,ia sangat percaya untuk mengutarakan isi hatinya kepadaku bila ada hal-hal di luar dirinya yang mengusik. Alhamdulillah aku masih di percaya untuk menampung dan menerima keluhannya. Tak sembarang  orang bisa di jadikan tempat mengeluh dan meluapkan rasa hati yang bergejolak. Tugas berat ya, he he...😅 

Namun aku bingung mengapa ia tetiba mengeluh dan menangis, kemudian aku bertanya hal apa gerangan yang membuat ibu bersedih, ia lalu menjawab akan mengirimkan sebuah berita. Tak lama kemudian terdengan beberapa dentingan terdengar pertanda pesan yang masuk bertubi-tubi. 

Aku  segera membukanya. Mataku terbelalak  oleh gambar pertama yang di sajikan, gambar telapak kaki yang di beri label. Artinya itu mayat, berita duka. Aku yang sedang sedih semakin lemas, ada apa ini. lalu kulanjutkan membuka  pesan lainnya,sebuah judul berita 'seorang guru tewas di tangan 2 orang siswa'. Aku tak ingin membaca beritanya. Kulanjutkan dengan melihat gambar saja, yang mudah dan ringkas. Ternyata ia adalah poster seorang guru/ustad yang bagus wajahnya, penuh keimanan lengkap dengan nama dan berita bahwa is telah meninggal dunia. 

Lututku bergetar. Kupandang isiswa yang sibuk dengan bukunya dan kasak kusuk dengan temannya entah apa yang di bicarakannya.  Aduhai anak-anakku, calon penerus bangsa, betapa teganya engkau kepada orang yang telah membimbing dan mengajarimu banyak hal. Engkau tak menghiraukannya pun dosamu telah besar. Bagaimana mungkin engkau tega menyakiti fisiknya dan apalagi membunuhnya. Dimana akal sehatmu? Dimana hati nuranimu?  Dimana rasa hormat dan terimaksihmu? Siapa yang mendidikmu demikian?

Kesedihanku, kemarahanku, kebencianku bercampur aduk menjadi satu. Tapi aku tak ingin melampiaskan semua itu pada siswa-siswa yang menyebalkan saat itu di hadapanku. Aku keluar kelas dan menelpon seorang teman yang juga salah satu dari guru dan bagian dari yayasan tersebut untuk mengetahui berita secara detil dan akurat. Aku memencet nomor tertentu dan terdengar sambutan salam di seberang sana degan suara lemas hampir tak terdengar hingga aku harus menyapanya dan mengulangi pertanyaanku agar aku bisa mendengar dengan jelas kalimat-kalimatnya. Mungkin ia masih shock, berduka dan sedih bukan kepalang. Lalu temankupun menuturkan dengan pelan namun sudah lebih jelas kali ini. 

Benar saja, telah tewas seorang guru atau ustaz kemarin pukul 8.00 pagi. Saat itu menjelang subuh, seperti biasa seorang guru atau pembina kesiswaan pada sebuah lembaga pendidikan menengah atas di sebuah pesantren bertugas membangunkan para siswa untuk melakukan sholat subuh. Lalu didapatinya dua orang siswa yang sedang bermain hp. Mungkin siswa tersebut menolak ajakan dan perintahnya untuk segera bersiap melakukan sholat subuh, maka hp merekapun disita untuk sementara. Tentu maksudnya baik, mendisiplikan mereka untuk sholat subuh berjamaah. Dan setelah itu tentu hp akan di kembalikan. Sholat subuh pun berlangsung.

Namun setelah sholat subuh usai, tiba-tiba saja ustadz tersebut di temukan terkapar bersimbah darah di atas jalan cor di dekat tembok pesantren tersebut. Sang ustadz segera  di bawa kerumah sakit namun nyawanya tak tertolong dan beliaupun menghembuskan nafas terakhirnya. 

Mendengar keterangan seorang teman dari telepon diseberang sana, hatiku hancur, kakiku lemas di pakai melangkah. Tak lama kemudian bel berbunyi dan akupun menutup pelajaran dengan mengatakan menuggu tugas mereka yang belum selesai kantor dan aku pamit.

Tibadi kantor aku langsung disibukkan dengan acara ceremony kecil dari teman yang telah menikahkan anaknya beberapa waktu lalu. bertemu dengan teman yang tadi curhat di hp dan benar-benar ia mengeluarkan air matanya begitu bertemu denganku. Namun kami langsung membaur dengan teman-teman lain dan suasana hati sementara ku tutup dan akan kulanjutkan di lain waktu.

Trimaksih sudah mau membaca.

Samarinda, 24 Februari 2022